Bantu Somalia, Negara yang Kini Membutuhkan Uluran Lembut dari Kita

23 Maret 2017

Somalia dulunya bernama Republik Demokratik Somali, Negara ini terletak di Tanduk Afrika. Negara Somalia memiliki batas dengan Djibouti di bagian barat laut, Kenya di barat daya, bagian utara berbagian dengan Teluk Aden dan Yaman. Di sebelah timur memiliki batas dengan Samudra Hindia, dan di sebelah baratnya berbatasan dengan Ethiopia.

Bantu Somalia

Bantu Somalia

Somalia dan Indonesia

Somalia memiliki rentang lintang bumi yang sama dengan Indonesia dan juga dilalui oleh garis khatulistiwa.  Adanya banyak kekayaan vegetasi, luasnya hutan, bentangan alam yang eksotis, dan jutaan jenis hewan membuat sebagian negara yang ada di Afrika ini sekilas nampak serupa dengan Indonesia. Namun, ternyata tidak demikian halnya dengan nasib masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang ada di Somalia. Hal itu tergambar dari kegiatan amal bertajuk bantu Somalia yang semakin gencar digalakkan.

Hari yang Kelam itu Dimulai

Dari tahun 70-an, Somalia telah terebak dengan konflik yang berlarut-larut. Berbagai macam masalah muncul, seperti penyakit mematikan yang menjangkiti masyarakat, kekeringan yang ekstrim, hingga ekonomi yang sulit membuat masyarakat bergelut dengan kemiskinan. Kemiskinan yang ada di negeri Somalia telah mencapai level hingga 82% dari jumlah penduduk yang ada.

Berperang Dengan Lapar

Kelaparan berkepanjangan yang terjadi di Somalia ini telah mengakibatkan wabah penyakit yang menewaskan lebih dari 100 orang. Perdana Menteri Somalia, Hassan Ali Haire mengatakan bahwa di kawasan Bay saja, di bagian selatan dalam 48 jam terakhir telah tewas 110 orang diakibatkan kelaparan karena kemarau yang panjang. Lembaga-lembaga kemanusiaan mencemaskan akan adanya kelaparan besar-besaran yang mungkin terjadi di negara Somalia ini.

Standar Hidup Rendah

Standar hidup masyarakat di sana juga tergolong rendah, fasilitas kesehatan pun sangat memprihatinkan, dan kondisi pendidikan bagi anak juga nyaris tidak diperhatikan. Oleh karena itu, kita harus bantu Somalia. Pada tahun 2011 silam, krisis pangan yang terjadi telah memakan korban jiwa mencapai seperempat juta penduduk negeri. Hingga anak-anak yang ada di Somalia pun menderita gizi buruk.

Selain hal-hal itu, ada pula laporan mengenai puluhan kematian yang terjadi di kota Awdinle dan di wilayah Bay, akibat kolera. Penyakit kolera ini sering muncul dikarenakan kurangnya air minum yang bersih. Saat ini pun hampir tiga juta orang di Somalia mengalami kerawanan pangan.

Siapa yang tidak miris hatinya mendengar dan melihat fenomena yang terjadi di Somalia? Sekilas memang Somalia sangatlah jauh, namun bukan berarti kita tidak bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Selain dukungan doa yang kita berikan, kita pun juga bisa memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang kekurangan di Somalia. Tidak ada kata terlambat untuk peduli, mereka membutuhkan uluran tangan kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan MUHRID di Facebook Bagikan MUHRID di Google+