Benarkah Kopi dapat Membantu Membakar Lemak?

19 Juli 2017

Benarkah Kopi dapat Membantu Membakar Lemak? Kopi mengandung banyak kafein yang merupakan zat psikoaktif paling banyak dikonsumsi di dunia. Hingga saat ini, kafein juga sering ditemukan pada banyak suplemen pembakar lemak. Hal ini dikarenakan kafein telah dikenal sebagai zat yang mampu membantu memobilisasi lemak dari jaringan lemak dan meningkatkan metabolisme.

Benarkah Kopi dapat Membantu Membakar Lemak?

Benarkah Kopi dapat Membantu Membakar Lemak

Benarkah Kopi dapat Membantu Membakar Lemak

Kopi Mengandung Stimulan

Tentunya, kopi bukan hanya sekedar air hitam hangat dengan rasa yang pahit. Kopi mengandung beberapa zat aktif biologis yang dapat mempengaruhi metabolisme tubuh, yaitu:

  • Kafein – stimulan sistem saraf pusat.
  • Theobromine dan Theophylline – zat yang terkait dengan kafein dan juga memiliki efek stimulan.
  • Asam klorogenik – salah satu senyawa aktif biologis yang dapat membantu memperlambat penyerapan karbohidrat.

Efek yang utama dari kopi adalah menghambat kinerja adenosin. Adenosin adalah zat yang menghambat neurotransmiter. Dengan terhambatnya adenosin, maka kopi dapat berfungsi sebagai peningkat pelepasan neuron dan neurotransmiter seperti dopamin dan norepinefrin.

Kopi Membantu Memobilisasi Lemak dari Jaringan Lemak

Kafein dapat merangsang sistem saraf langsung ke sel lemak untuk memecahkan lemak. Selain itu, kafein juga meningkatkan hormon epinefrin dalam darah. Hormon epinefrin juga dikenal sebagai hormon adrenaline. Hormon epinefrin yang ada dalam darah selanjutnya akan berjalan menuju jaringan lemak dan mengirim sinyal untuk memecah lemak dan melepaskannya ke dalam darah.

Kopi Meningkatkan Tingkat Metabolisme

Restac Metabolic Rate (RMR) adalah jumlah kalori yang dibakar pada saat istirahat. Dalam kata lain, jumlah kalori minimal yang diperlukan manusia untuk menjalankan proses vital dalam tubuh. Semakin tinggi tingkat metabolisme (RMR), maka semakin mudah untuk menurunkan berat badan.

Sebuah studi menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan tingkat metabolisme hingga 3-11%. Menariknya, sebagian besar peningkatan metabolisme disebabkan oleh peningkatan pembakaran lemak.

Meskipun begitu, sayangnya efek tersebut tidak berlaku signifikan pada individu yang mengalami obesitas. Dalam suatu penelitian, peningkatan pembakaran lemak pada orang kurus mencapai 29%, sedangkan pada orang gemuk kenaikannya hanya sekitar 10%. Efek peningkatan metabolisme tersebut juga tampak berkurang seiring bertambahnya usia dan lebih terasa pada individu yang lebih muda.

Kafein dapat meningkatkan kinerja atletik melalui beberapa mekanisme. Salah satunya adalah peningkatan mobilisasi asam lemak dari jaringan lemak. Studi menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan kinerja olahraga rata-rata sebesar 11-12%.

Kopi dan Berat Badan dalam Jangka Panjang

Hal yang harus diketahui dari kopi terkait peningkatan metabolisme adalah bahwa ternyata orang dapat menjadi toleran terhadap efek kafein dalam jangka waktu yang lama. Dengan kata lain, semakin lama individu mengkonsumsi kafein, maka efek dari kafein akan semakin berkurang.

Dalam jangka pendek, kafein dapat meningkatkan tingkat metabolisme dan meningkatkan pembakaran lemak. Namun setelah beberapa lama orang akan menjadi toleran terhadap efek tersebut.

Meskipun begitu, ada suatu penelitian yang menyebutkan bahwa kafein tetap dapat memberikan efek mengurangi nafsu makan meskipun telah dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang. Efek kafein untuk mengurangi nafsu makan tersebut dikatakan hanya berlaku pada pria dan tidak ada efek pada wanita.

Lalu, apakah konsumsi kopi dalam jangka panjang tetap dapat membantu menurunkan berat badan pada individu tertentu? Sejauh ini, belum ada bukti bahwa konsumsi kopi dalam jangka panjang dapat membantu menurunkan berat badan.

Pesan untuk Pembaca

Meskipun kafein dapat meningkatkan metabolisme dalam jangka pendek, telah diketahui bahwa efek ini dapat berkurang pada peminum kopi jangka panjang.

Jika Anda tertarik menghilangkan lemak dengan mengkonsumsi kopi, maka cobalah untuk mengkonsumsinya menggunakan siklus 2 minggu rutin dan 2 minggu berhenti. Hal tersebut mungkin dapat mencegah terjadinya toleransi tubuh terhadap kandungan kopi sehingga kopi tetap dapat memberikan efek meningkatkan metabolisme meskpun telah dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang.

Selain itu, Anda juga harus memperhatikan kapan waktu terbaik untuk minum kopi sehingga efek yang dihasilkan bisa maksimal.

Perlu diketahui juga bahwa sebenarnya ada banyak alasan bagus kenapa Anda harus minum kopi. Banyak fakta yang menyebutkan bahwa kopi merupakan minuman dengan sumber antioksidan yang sangat banyak, bahkan lebih banyak dibanding buah dan sayuran yang telah dikombinasikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan MUHRID di Facebook Bagikan MUHRID di Google+