Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Madu?

20 Juni 2017

Penelitian terbaru melaporkan bahwa madu dapat melawan infeksi dan menyembuhkan luka. Efek yang dihasilkan bahkan disebut lebih efektif dibandingkan beberapa perawatan medis yang umumnya digunakan saat ini. Namun tentunya, hal ini masih terus dibuktikan lebih dalam. Sejauh ini, para peneliti masih mencoba untuk memahami mengapa beberapa jenis madu memiliki kemampuan untuk melawan bakteri dan pembengkakan. Jika Anda tertarik ingin mencoba menghilangkan bekas jerawat dengan madu, tentu ada banyak hal yang perlu diperhatikan sebelumnya.

Sejarah Penggunaan Madu

Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Madu

Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Madu

Menurut Journal of Royal Society of Medicine, bukti yang berasal dari tahun 2200 SM menunjukkan bahwa orang Mesir kuno memasukkan madu dalam resep perawatan standar untuk perawatan luka. Dari 900 pengobatan di Mesir, lebih dari setengahnya menggunakan madu. Tulisan dan artefak yang ditemukan juga menunjukkan bahwa orang Asyur kuno, Cina, Yunani, dan Romawi juga menggunakan madu untuk mengobati luka. Kehadiran madu di bidang medis mulai menghilang pada tahun 1940-an pada saat munculnya antibiotik. Namun di abad ke-21 ini, madu mulai kembali lagi digunakan untuk menangani infeksi secara alami, seperti penanganan jaringan bekas jerawat.

Teori Penggunaan Madu untuk Menghilangkan Bekas Jerawat

Jerawat, komedo putih, komedo hitam, atau kista adalah hasil dari kelenjar minyak yang tersumbat yang menjadi tempat bagi bakteri. Biasanya, bakteri berada di bawah kulit namun tidak menimbulkan masalah sampai adanya kelenjar minyak yang tersumbat. Bakteri kemudian memakan minyak dan berkembang biak, meradang kulit, dan menimbulkan jerawat. Ilmuwan memiliki beberapa teori mengapa madu bisa membantu mengatasi proses ini. Salah satu teori menyebutkan karena gula dalam madu memiliki osmolalitas tinggi, sehingga dapat menarik air. Di sisi lain, bakteri membutuhkan air untuk tumbuh, jadi saat madu diaplikasikan, gula di dalam madu akan menarik air sehingga bakteri akan kekurangan air dan proses perkembangannya akan terganggu. Teori lain menyebutkan adanya reaksi kimia yang terjadi antara glukosa dalam madu dan sekresi yang mengalir dari luka perlahan membentuk hidrogen peroksida, sehingga akhirnya membunuh bakteri.

Penelitian tentang Madu dan Bekas Jerawat

Pada tahun 2001, para peneliti dari Universitas Oxford membandingkan antara pasien luka bakar yang telah diobati dengan madu dan pasien yang diberi antiseptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan madu untuk mengobati pasien luka bakar secara signifikan lebih baik dibandingkan menggunakan antiseptik. Pasien yang diobati dengan madu memiliki waktu yang jauh lebih singkat untuk penyembuhan, pemberantasan infeksi, membutuhkan lebih sedikit penggunaan antibiotik, dan menghabiskan lebih sedikit hari di rumah sakit.

Sampai saat ini, sebenarnya belum ada penelitian yang dipublikasikan mengenai efek madu pada bekas jerawat. Seorang profesor klinis dermatologi di Yale University School of Medicine, Lisa M. Donofrio, MD menyebutkan bahwa tidak ada alasan bahwa madu akan memberikan efek pada bekas jerawat, jadi cukup sulit membayangkannya dan mungkin itulah sebabnya tidak ada yang akan mendanainya untuk melakukan penelitian tersebut.

Meskipun madu telah terbukti dalam hal pengobatan bisul, luka bakar, dan iritasi kulit lainnya, ahli dermatologi berpendapat bahwa perawatan jerawat dan bekas luka adalah hal yang lebih rumit. Genetika, produksi sebum, peradangan, dan pertumbuhan bakteri hanyalah beberapa dari banyak faktor yang mempengaruhi pengobatan jerawat. Jika madu sering digunakan dalam perawatan bekas jerawat maka harusnya madu diaplikasikan sebagai tindakan pencegahan, sebelum adanya bekas jerawat. Namun, sekali bekas luka terbentuk, para ahli mengatakan tidak ada gunanya mengaplikasikan madu.

Perawatan yang dianjurkan meliputi terapi laser, pengelupasan kimiawi, dan perawatan mikrodermabrasi. Dr. Jeffrey Benabio, MD, FAAD, dari Dewan Dermatologi Amerika, mengatakan bahwa bekas luka tersebut mungkin akan memperbaiki dirinya sendiri dari waktu ke waktu, dan menyebutkan bahwa penggunaan madu untuk menghilangkan bekas jerawat menurutnya hanyalah sebuah mitos.

Peringatan

Sebelum mengoleskan madu untuk menyembuhkan bekas jerawat, Anda harus konsultasi dengan dokter, karena bisa saja hal tersebut dapat membahayakan kulit. Dr. Vermen Verallo-Rowell, ahli kulit dan dermatopatologi terkemuka memperingatkan bahwa “karena sifatnya yang fisik dan lengket, madu dapat menyebabkan pembentukan komedo, seperti jerawat, dengan menyumbat pori-pori Anda.” Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa tidak ada alergi terhadap madu itu sendiri atau alergen tanaman apapun yang mungkin mengandung hasil dari lebah yang berpindah dari satu bunga ke bunga lainnya.

1 komentar pada artikel "Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Madu?"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan MUHRID di Facebook Bagikan MUHRID di Google+