Tips Aman Bonceng Anak Menggunakan Motor

22 Oktober 2020

Menggunakan motor untuk berbagai aktivitas memang terbilang lebih praktis. Anda tidak akan terjebak macet karena bisa menyalip dengan leluasa. Selain itu, motor juga bisa digunakan untuk melalui jalan alternatif yang cenderung sempit dibandingkan jalan raya. Namun, saat menggunakan motor, Anda harus lebih berhati-hati karena rentan terjadi kecelakaan, apalagi saat membawa anak kecil. Untuk itu, kursi bonceng anak sewaktu-waktu sangat diperlukan.

Anda tentu saja harus ekstra hati-hati saat membonceng anak menggunakan sepeda motor. Keselamatan tentu saja tidak berlaku hanya untuk pengemudi, tetapi juga penumpang. Untuk itu, sebaiknya Anda mempersiapkan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan saat akan membonceng anak menggunakan motor.

Tips Aman Membonceng Anak Menggunakan Motor

Tips Aman Bonceng Anak Menggunakan Motor

Tips Aman Bonceng Anak Menggunakan Motor

Adapun tips aman mengendarai motor saat membonceng anak, yaitu sebagai berikut:

1. Menggunakan helm

Keselamatan pengendara adalah hal utama saat mengendarai motor. Oleh karena itu, pakaikan helm pada anak saat akan mengendarai motor. Kepala akan senantiasa aman saat di perjalanan jika menggunakan pengaman yang satu ini. Jika sewaktu-waktu kecelakaan terjadi, kepala masih tetap terlindungi dari benturan maupun gesekan aspal. Untuk itu, gunakan helm yang sudah ber-SNI.

2. Menggunakan jaket

Mengendarai motor tentu tidak sama seperti mengendarai mobil. Saat mengendarai mobil, Anda tidak akan merasakan panas atau dingin akibat cuaca dari luar. Hal ini tentu saja sangat berbeda jika Anda mengendarai motor.

Oleh karena itu, berikan jaket pada anak saat akan mengendarai sepeda motor. Dengan begitu, ia akan tetap terlindungi dari hawa panas maupun dingin yang bisa saja membahayakan kesehatannya.

3. Tidak membawa anak lebih dari dua

Motor memiliki kapasitas untuk membonceng penumpang satu sampai dua orang. Oleh karena itu, batasi jumlah anak saat akan mengendarai motor maksimal dua orang saja. Biasanya, Anda sering melihat orang tua yang memaksakan untuk membonceng anak tiga sampai empat orang saat pulang sekolah. Hal tersebut tentu saja akan membatasi gerak pengemudi, sehingga resiko terjadi kecelakaan lebih besar.

4. Tidak membonceng anak di depan

Posisi untuk membonceng anak sebaiknya tidak ditempatkan di depan. Menempatkan anak untuk duduk di depan sangat membahayakan karena hal itu sama saja dengan menghadapkannya langsung dengan bahaya. Oleh karena itu, tempatkan anak di bagian jok belakang motor agar lebih aman. Pastikan anak tersebut memiliki postur tubuh ideal yang sudah mampu untuk memijakan footstep motor.

Jika Anda ingin lebih aman, gunakan kursi bonceng anak. Anda bisa memodifikasi motor untuk menambahkan kursi yang satu ini. Namun, jangan menempatkan kursi ini di bagian depan, ya. Saat ini, tersedia berbagai macam kursi anak yang ditempatkan khusus di jok belakang.

5. Memastikan anak dalam keadaan sehat

Kondisi yang fit saat berkendara tentu saja sangat dibutuhkan. Hal ini tidak hanya berlaku bagi pengemudi saja, tetapi juga anak yang akan dibonceng. Anak yang sakit tentu sangat tidak direkomendasikan untuk dibonceng, apalagi jika tidak ada orang ke tiga yang dibonceng. Ia bisa saja sewaktu-waktu merasa lemas, lalu tertidur saat dibonceng. Hal ini tentu saja sangat membahayakan keselamatannya.

Itulah lima tips aman mengendarai motor saat membonceng anak. Pastikan Anda memprioritaskan keselamatan saat berkendara. Jika ingin lebih aman, Anda bisa menambahkan kursi bonceng anak di bagian belakang jok motor yang sudah dilengkapi dengan sabuk pengaman. Selain itu, jaga juga kondisi motor apakah layak digunakan atau tidak untuk berkendara.

Bagikan MUHRID di Facebook Bagikan MUHRID di Google+